Bismillahirrahmannirrahim.....
Waktu menunjukkan pukul 22.00 malam..belum terlalu larut memang,tapi udara malam ini sungguh dingin.sampai terasa gemelutuk tulang-tulang ini..saya pandangi langit-langit kamar..terasa sangat dekat jaraknya..mungkin karena terlalu serius saya memandang dari Perspektif di bawahnya.sampai-sampai saya berasa mau terhimpit.sesak rasanya..
Tak tik tuk..dtik berlalu..suara jam tangan di dkat ranjang rasanya terdengar sangat keras karena suasana terlalu sunyi dan sedikit horor.tak terasa,keringat setetes mulai membanjir pada akhirnya.karena rasa takut yang tak terlihat.dan tidak teridentifikasi.saya merasa terintimidasi dan sulit sekali terlelap.
Sebetulnya..apa yang membuat saya takut?apa yang membuat dada terasa sesak?ketakutan karena apa?lagi-lagi suara saya tercekik di kerongkongan,dinding kamar yang bisu,meng absorbsi kegelisahan saya,bahkan mulai saya berimajinasi pada hal-hal aneh yang tak pernah saya fikirkan sebelumnya
Entah karena takut..atau karena imajinasi yang terlalu hebat.hingga rasanya telinga saya bisa menembus dinding pemisah rumah ku dan tetangga.pelan-pelan kudengar suara anak menangis,merintih.sesekali kudengar suara ayah ibunya marah pada anak itu.suara tamparan,suara piring pecah.suara gesper.aku pun bangun dari tempat tidurku.kupusatkan perhatianku.kupekakan telingaku.tak ada..tak ada suara itu..kudekatkan telinga di dinding kamar,lagi!lagi kupeka kan telingaku.ternyata memang suara itu tak ada...ya ampun..
Berulang kali kuucap istighfar..
Mungkin..
Suara itu adalah suara hati dan fikiranku sendiri..suara yang membuatku teringat akan cambukan yang kuterima disaat aku kecil..saat aku kecil,saat aku tak bisa,maka ibuku akan memukulku.dan saat aku katakan bahwa aku takut.aku takut gelap,aku takut dimatikan lampu.maka ayahku akan menggelapkan semua lampu dan mengunciku di dalam kamar..
Aku tak boleh takut
tak tik tuk
kulihat jam tanganku.pukul 02.00.